1 / 2

Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Kalbar, Simak Penjelasan Pertamina

GENCIL NEWS – Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Kalimantan barat membuat sulit masyarakat untuk mendapatkan elpiji ukuran 3 kg di pasaran . Warga harus berkeliling, mencari penjual gas yang masih memiliki stok meski jauh dari tempat tinggalnya.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menanggapi kelangkaan elpiji 3 kg yaitu dengan meminta Pertamina untuk serius dan cepat mengatasi kelangkaan ini.

Sutarmidji mengatakan bahwa Pertamina setiap ada masalah kelangkaan, selalu mengklaim bahwa ketersediaan Gas 3 kilo cukup bahkan lebih. “Pertamina juga harusnya menjelaskan yang sebenarnya jangan sampai saat ini adanya pandemi Covid-19 orang mengantre dan sebagainya itu dibiarkan kayak gitu. Inilah yang saya harapkan harus diperbaiki,” ujar Gubernur

Sutarmidji mengatakan bahwa untuk izin distributor dan agen untuk kewenangannya ada di wali kota dan bupati bukan pada Gubernur.

“Saya kalau boleh cabut sudah saya cabut kalau kewenangan pada saya. Sayang kewenangan pada bupati dan wali kota. Kalau bisa cabut saja distributornya dan izin yang lain. Kita jangan pelihara pengusaha yang nakal kayak gitu kasian masyarakatnya,”

Gubernur juga minta kepada Pertamina untuk tegas dalam mengatasi kelangkaan ini, yaitu dengan membuat efek jera.

“Sekarang tata niaganya, dari agen ke pangkalan, lalu pengecer. Ini semua bisa diatur. Kalau terjadi kelangkaan, agen yang harus bertanggung jawab. Agen yang nakal-nakal berhentikan saja,” harap Sutarmidji.

Upaya Pertamina dalam kelangkaan LPG 3 KG di Kalbar

Sementara itu Sales Area Manager Pertamina Kalbar, Wedy Surya Windrawan menyampaikan bahwa Pertamina sudah melakukan berbagai upaya dalam menyikapi kelangkaan gas LPG 3 Kg yang terjadi di kalbar.

“Inikan mulai terjadi mulai dua sampai tiga minggu terakhir ini. Nah kalau kita lihat berdasarkan hasil pantauan, kemudian dari sidak ke tempat-tempat badan usaha bersama diskumindag kubu raya, itu ternyata sudah mulai banyak tempat-tempat usaha yang justru menggunakan tabung 3 kg,” ujar Wedy.

Berdasarkan aduan dari masyarakat diketemukan berbagi macam laporan, diantaranya penjualan diatas HET. Ada pula laporan melayani pengecer. Bahkan ada agen yang mengangkut LPG ke tempat yang tidak memiliki identitas.

“Kami belum tau masalah permainan atau apa, tetapi yang jelas ketika ada pengaduan bahwa masyarakat melihat dan ada foto dokumentasi bahwa ada pangkalan yang melakukan pelanggaran akan kita langsung tindak,” ujar Wedy.

Wedy juga menyampaikan bahwa Pertamina tidak pernah melalukan tindakan yaitu pengurangan volume LPG 3 Kg.

“Jadi selama tiga minggu ini, saya sendiri sudah mengeluarkan sanksi sekitar lebih dari 10 usaha. Tetapi kami lihat kok sepertinya kok trennya (pengantrian) tidak turun. Kami berikan sanksi, efek jeranya masih kurang,” sambung Wedy.

Wedy juga menambahkan, sesuai dengan APBN tahun 2020. Pemerintah telah menambah hingga 7.5 juta metrik ton secara keseluruhan. Dibandingkan dengan pada tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 7 juta metrik ton.

Untuk pengawasan pihak Pertamina mengaku sudah melakukan kerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat. Pihak Pertamina Kalbar bersama Pemda melakukan operasi pasar.

“Nah untuk pengawasannya sendiri memang diserahkan ke dirjen migas dalam hal ini bekerjasama dengan pemda. Jadi saya bekerjasama dengan pemda setempat, seperti contoh hari selasa kemarin kita ada acara operasi pasar salah satunya, kemudian pengaturan aturan untuk pelayanan konsumen melalui pangkalan-pangkalan,” katanya.

Pihak Pertamina Kalbar mengatakan sudah melakukan berbagai upaya maksimal agar Gas LPG tepat sasaran kepada masyarakat.

“Intinya pertamina sudah melakukan upaya secara maksimal, betul-betul lpg ini tepat sasaran kepada masyarakat,” pungkas Sales Area Manager Pertamina Kalbar, Wedy Surya Windrawan.

Comments